Sabtu, 05 Juni 2010

Budidaya ikan air tawar jadi pilihan

Budidaya ikan air tawar jadi pilihan
Memelihara ikan seolah tidak terpisahkan dalam keseharian masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya. Kabupaten yang genap berusia 898 tahun ini berpeluang memantapkan budidaya perikanan sebagai pilar perekonomian rakyat. Budidaya ikan air tawar banyak diusahakan di kaki Gunung Galunggung, terutama di Kecamatan Padakembang, Leuwisari, Cisayong, Sukaresik, Singaparna, dan Sukaratu. Di sana hampir setiap rumah memiliki kolam ikan dan menjadi sumber penghidupan utama. Di Desa Rancapaku, Kecamatan Padakembang, misalnya. Dari 8.860 warga, sekitar 60 persen di antaranya adalah pembudidaya ikan. Endang Suryana (64), yang membudidayakan ikan sejak tahun 1979, memiliki enam kolam dengan luas seluruhnya sekitar 700 meter persegi. Keuntungan bersih dari budidaya ikan rata-rata Rp 2 juta per bulan. Dia juga mempekerjakan lima karyawan. Keuntungan dari budidaya ikan diakuinya bisa mencapai tiga kali lipat dari hasil bertani padi. Pembesaran ikan lebih cepat dan dapat dijual setiap saat. "Saya dan anak-anak semua hidup dari ikan. Hasilnya lumayan. Masalahnya hanya air. Kalau musim kemarau seperti ini, hasilnya agak kurang," kata Endang yang juga Ketua Kelompok Tani Ikan Barata. Hal serupa diakui Mumu (48), pemilik tujuh kolam seluas 1 hektar dan Ketua Koperasi Pembudidaya Ikan Simpati Putera di Desa Rancapaku. Setiap hari koperasinya menghasilkan rata-rata 2 kuintal ikan. Harganya Rp 20.000 per kilogram. Koperasinya juga memasok bibit ikan untuk kebutuhan pembudidaya di Waduk Cirata. Perlu perbaikan Berdasarkan data Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Kabupaten Tasikmalaya, kegiatan budidaya perikanan berkembang baik dalam lima tahun terakhir. Terdapat sekitar 4.000 hektar kolam dengan produksi ikan air tawar konsumsi rata-rata 23.000 ton atau senilai Rp 211 miliar per tahun. Jumlah ini naik 4,6 persen per tahun. Tak heran Tasikmalaya menjadi penghasil ikan budidaya kolam terbesar di Jabar. Budidaya untuk pemijahan dan produksi benih pun berkembang baik. Setiap tahun dihasilkan rata-rata 1,6 miliar benih ikan terutama dari jenis nilem, mas, nila, tawes, dan gurami. Kegiatan ini sangat bergantung pada mata air di Gunung Galunggung. Sebagai pusat percontohan pembenihan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memiliki Balai Pengembangan Benih Ikan di Desa Rancapaku, Kecamatan Padakembang. Balai tersebut merupakan unit pelaksana teknis Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Kabupaten Tasikmalaya. Balai itu mengembangkan benih unggul ikan nila, gurami, dan mas. Petani setempat mengandalkan balai tersebut untuk mendapatkan benih ikan berkualitas dengan harga terjangkau. Tiap tahun balai tersebut menghasilkan 600 juta benih ikan. Produksi itu baru menenuhi 40 persen kebutuhan benih di Tasikmalaya. Untuk mendongkrak produksi, balai itu bermitra dengan 62 unit pembenihan rakyat dengan luas kolam 118 hektar di 23 kecamatan. Menurut Kepala Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Kabupaten Tasikmalaya Maman Suhilman Dali, pengembangan budidaya perikanan memerlukan peningkatan sarana dan prasarana."Kebutuhan utama saat ini adalah perbaikan kualitas air dan saluran air. Hal ini untuk menjamin pasokan sumber air di sentra perbenihan dan perikanan. Ada sejumlah gangguan, terutama di kawasan pertambangan pasir di lereng Gunung Galunggung," kata Maman. Sumber: Harian Kompas, Jum'at, 21 Agustus 2009
Read more »

Rabu, 26 Mei 2010

Profil Desa Rancapaku

-->
kondisi Geografis
secara geografis Desa Rancapaku terletak di sebelah barat kabupaten tasikmalaya ,dengan luas wilayah sekitar 375,25 ha (3,7 km)
secara administrative Desa Rancapaku terdiri dari 6 kepunduhan meliputi 6 Rw dan 40 Rt,dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
- sebelah utara : Desa Tawang Banteng
- sebelah timur : Desa Cikunir
- sebelah selatan : Desa Cintaraja dan Desa Cilampung Hilir
- sebelah barat : Desa Cisaruni
Kondisi Ekonomi
1.Potensi unggulan
Mata pencaharian masyarakat desa Rancapaku sebagian besar bergantung pada bidang pertanian dan perikanan,maka dari itu potensi unggulan dari Desa Rancapaku itu sendiri adalah tani dan ikan.
2. Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan Masyarakat Desa Rancapaku di rasakan pada kenyataannya memang belum mencapai pada titik yang di harapkan,masih banyak kendala baik yang sifatnya alami maupun dari krisis ekonomi yang berkepanjangan.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa
Penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan masyarakat yang di laksanakan oleh Pemerintah Desa Rancapaku pada setiap tahun,hakikatnya merupakan proses yang berkesinambungan dari program yang lalu,sekarang dan yang akan datang.
Agar proses tersebut dapat terarah dan memperoleh hasil yang optimal,di perlukan adanya Visi dan Misi yang jelas.
Untuk maksud tersebut Pemerintah Desa Rancapaku sudah menetapkan Visi dan Misi sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMD) Desa Rancapaku tahun 2008-2013.
-->
Visi dan Misi Desa Rancapaku
Visi
“Terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kwalitas sumber daya manusia,serta pengembangan dan pemerataan pemanfaatan sektor pertanian”
Misi
Dalam rangka pencapaian Visi Desa Rancapaku maka di rumuskan misi sebagai berikut:
  1. meningkatkan kesejahteraan masyarakat lahir dan batin,mandiri,dalam suasana aman dan damai
  2. meningkatkan sumber daya manusia,berdaya saing,inovatif berdasarkan iman dan taqwa
  3. meningkatkan kualitas infrastuktur yang proporsional
  4. mengoptimalkan pengembangan pemanfaatan sektor pertanian yang berwawasan lingkungan
Read more »